Cerita kita..


Semua berawal dari facebook..

sesederhana kalimat " Ulli, minta pin nya dong.."
dan berlanjut ke bbm berjam jam..
saat aku bilang ingin jadian di hari ulang tahunku..
kamu mewujudkannya..

aku masih ingat jelas,
ditanggal 5 mei 2010 itu aku jemput kamu di alfa..
kita kerumah sakit tebet..
lalu ketempat yang paling sering kita kunjungi sepanjang sejarah kita..plaza semanggi..

di sosialita itu..
aku nyatakan aku ingin memilikimu secara langsung...

aku juga ingat..
saat aku mengacau..
ragu akan perasaanku dan perasaan mu
kamu buktikan ke aku..
dengan datang ber 2 dengan ryu..
kerumahku..
dalam keadaan hujan..
disitu aku yakin kekamu, ke perasaanmu ke aku..

kamu masih inget??
saat pertama kali kita dinner sama keluarga aku?
saat kamu gugup dan gemeteran?

aku masih ingat,
ciuman pertama kita di sela sela IRON MAN..

cerita kita gag akan bisa ada yang gantikan..
saat kita ke sevel..
dipagi buta..

saat kita kekemang dan gag ada tujuan..

saat saat itu yang sekarang terpatri jelas di hati aku..

manis..

indah..

banyak hal lain yang udah kita alami..

dan aku bersyukur..

alami itu semua untuk pertama kalinya sama kamu..

dan aku bersyukur..
for once in my life..
i have someone to love me..

you..

Lirik Breakeven - The Script



"Breakeven"

I'm still alive but I'm barely breathing
Just prayed to a God that I don't believe in
'Cause I got time while she got freedom
'Cause when a heart breaks, no, it don't break even

Her best days were some of my worst
She finally met a man that's gonna put her first
While I'm wide awake she's no trouble sleeping
'Cause when a heart breaks no it don't break even... even... no

What am I supposed to do when the best part of me was always you?
And what am I supposed to say when I'm all choked up and you're ok?
I'm falling to pieces, yeah,
I'm falling to pieces

They say bad things happen for a reason
But no wise words gonna stop the bleeding
'Cause she's moved on while I'm still grieving
And when a heart breaks no it don't break even, even... no

What am I gonna do when the best part of me was always you?
And what am I supposed to say when I'm all choked up and you're ok?
I'm falling to pieces, yeah,
I'm falling to pieces, yeah,
I'm falling to pieces
(One still in love while the other one's leaving)
I'm falling to pieces
('Cause when a heart breaks no it don't break even)

Oh, you got his heart and my heart and none of the pain
You took your suitcase, I took the blame.
Now I'm tryna make sense of what little remains, ooh
'Cause you left me with no love and honour to my name.

I'm still alive but I'm barely breathing
Just prayed to a God that I don't believe in
'Cause I got time while she got freedom
'Cause when a heart breaks, no, it don't break...
No, it don't break
No, it don't break even, no

What am I gonna do when the best part of me was always you?
And what am I supposed to say when I'm all choked up and you're ok?
(Oh glad you're okay now)
I'm falling to pieces, yeah
(Oh I'm glad you're okay)
I'm falling to pieces, yeah
(One still in love while the other one's leaving)
I'm falling to pieces
('Cause when a heart breaks, no, it don't break even)

Oh, it don't break even no
Oh, it don't break even no
Oh, it don't break even no

Source : klik


so

Lirik The Man who Cant Be Moved - The Script

"The Man Who Can't Be Moved"

Going Back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag I'm not gonna move
Got some words on cardboard, got your picture in my hand
Saying, "If you see this girl can you tell her where I am? "

Some try to hand me money, they don't understand
I'm not broke I'm just a broken hearted man
I know it makes no sense but what else can I do
How can I move on when I'm still in love with you

'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinkin maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'll see me waiting for you on the corner of the street
So I'm not moving, I'm not moving

Policeman says, "Son you can't stay here"
I said, "There's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year"
Gotta stand my ground even if it rains or snows
If she changes her mind this is the first place she will go

[Chorus:]
'Cause If one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'll see me waiting for you on our corner of the street
So I'm not moving, I'm not moving,
I'm not moving, I'm not moving

People talk about the guy that's waiting on a girl
There are no holes in his shoes but a big hole in his world

Maybe I'll get famous as the man who can't be moved
Maybe you won't mean to but you'll see me on the news
And you'll come running to the corner
'Cause you'll know it's just for you
I'm the man who can't be moved

[Chorus 2x]

Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag, I'm not gonna move

source : azlyrics

Hilang dan Berlalu

Aku masih ingat,
Saat erat kau dekap aku,
Saat hangat kau bersandar,
Dari Stasiun Jakarta Kota menuju Tebet.

Masih jelas terbayang,
Senyum merekah saat aku datang,
Dan kau menanti disudut itu,
Membawa dua buah tiket perjalanan kita..

Ingatkah kau?
Saat kau tertawa saat aku kembali pesan otak-otak itu untuk ke 2 kalinya?
Atau saat kita tertawa saat memperjuangkan 2 tempat duduk..

Dalam perjalanan kau dekap tanganku..
Erat..

Hanya saja saat itu aku tidak menyadari,
Arti itu semua..

Karena sekarang yang ada hanya hampa dan luka
Lalu hilang dan berlalu..



Untuk kamu dimana dan dengan siapapun kamu..

Jakarta, 210113

Kenang-kenangan dari Canon EOS 550D

Beberapa hasil dari canon yang udah dilego.. huwaaaaa... kangen...












Cara cepat membunuh HATI

Layaknya belut kau lihai berkelit,
Semakin kencang terpegang,
Semakin kencang pula kau lepas kekang.

Layaknya sutradara kau handal ciptakan suasana,
Entah kata dan air mata.
Lalu berkata pilih mana saja.

Aku ini orang yang terlalu terbawa suasana,
Hingga bisa saja terbuta oleh dahaga

Lalu apa lagi?
Hanya kau yang mengerti cara cepat membunuh hati.

Jakarta, 200113

ada suatu hari nanti ( S. DJ. Damono )

Pada suatu hari nanti,
Jasadku tak akan ada lagi,
Tapi dalam bait-bait sajak ini,
Kau tak akan kurelakan sendiri.

Pada suatu hari nanti,
Suaraku tak terdengar lagi,
Tapi di antara larik-larik sajak ini.

Kau akan tetap kusiasati,
Pada suatu hari nanti,
Impianku pun tak dikenal lagi,
Namun di sela-sela huruf sajak ini,
Kau tak akan letih-letihnya kucari.

Aku Ingin ( S. DJ. Damono )

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Selamat Tinggal ( Ch. Anwar )

Aku berkaca

Ini muka penuh luka
Siapa punya ?

Kudengar seru menderu
dalam hatiku
Apa hanya angin lalu ?

Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta

Ah.......!!

Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal .............!!
Selamat tinggal ................!!

Dari: Deru Campur Debu

KAU

Kau datang layaknya air dalam padang pasir,
Yang mampu hapuskan dahaga dalam sekejap..
Hadirmu membawa nuansa selaksa oase hijau,
Yang tidak pernah sepi dari harapan..

Ada apa sekarang?
Layaknya kilat guntur kau menghilang..
berlalu bagaikan semua itu tidak berarti saja..

Lalu apa getir ini?
Apa sakit ini?

Kehilangankah?
Atau rasa inikah sari Pengkhianatan?

Aku habis dimakan nelangsa..

SICARIUS ( I )


I.
Pembunuh bayaran, assassin, moordenar, sicarius..
Tak pernah terpikir olehku, kata itulah yang aka nada dalam hidupku..
Dan dengan sadar aku jalani..
***
Jakarta, 03 Mei 1985
Hari itu Jumat, seorang wanita menyabung nyawa untuk dapat melahirkan seorang anak. Aku. Bertepatan dengan megahnya suara Adzan Subuh, aku menghirup udara untuk pertama kalinya. Berkalang darah yang masih basah, aku menangis didekapan ibu ku. Lantang bersuara, tanpa tahu, nasib apa yang menungguku. Dan Adzan itu kembali terdengar, bukan lagi dari corong Masjid, tapi dari mulut seorang lelaki yang bergelar hebat, Ayahku.
***
Deli Serdang, 18 Agustus 1993
Hari ini aku bahagia, amat sangat bahagia. Mengapa? Hari ini si Anak ke 3 dari 3 bersaudara ini akan masuk sekolah. Ya, S-E-K-O-L-A-H. Dan lembaga yang beruntung mendapatkan si bujang ini bukanlah Sekolah Dasar Negeri, melainkan lembaga yang berdasarkan Agama Islam terkemuka di Sumatera Utara, Al Jami’atul Washliyah, atau biasa disebut Al Washliyah. Ini bukan kemauanku, melainkan kemauan dari Nenek Angkat ku agar aku bisa menjadi anak lelaki saleh yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Kalian pasti bertanya, Nenek Angkat? Ya Nenek angkat. Sejak umurku 2 Tahun, aku sudah malang melintang bersama ibuku. Apa sebab? Sebabnya karena sejak beruur 1 tahun, lelaki yang mengumandangkan Adzan kepadaku telah bercerai dengan ibu. Dan ibuku bukanlah seorang wanita yang mudah bermuram durja hanya karena ia berpisah dengan Sang Suami. Sejak bercerai, ibu memutuskan untuk berkelana dan mencari nafkah untukku dank e 2 kakak perempuanku. Ibu berprinsip, anak harus belajar dewasa dan tahan banting dengan hidup jauh dari kasih sayang orang tua. Ibu menitipkan kakak – kakaku kepada saudara, teman atau sahabat lama yang memang tidak punya anak. Karena aku masih terlalu kecil, maka aku masih harus dalam pengawasan ibu. Dan ikutlah aku berkelana bersamanya. Aku tidak pernah tahu apa pekerjaan ibuku, yang aku tahu, ibu meninggalkanku pada malam hari dan kembali pada pagi hari. Dan saat itu aku tidak mau tahu. Kami tidak pernah lama menetap pada satu kota, sekejap di Batam, sejurus kemudian di Pekan baru, lalu beralih ke Balik Papan.
Genap usiaku 4 tahun, ibu merasa aku sudah harus bisa belajar mandiri. Dan kembalilah aku ke kota Medan. Tepatnya di komplek pasar Petisah. Disana aku dititipkan pada sepasang Suami Istri yang bernama Rina dan Fendi. Diajaknya aku makan, makan enak sekali. Ibuku hanya tersenyum dan memilihkan menu kesukaan ku, Ayam goring. Kenyang perutku, kantuk yang dating kemudian. Tanpa aku sadari sejak kapan, akupun terlelap.
Saat aku terjaga, ibu ku sudah tidak ada. Tersadar aku sekarang, aku harus menyambut 2 figur ini menjadi mamak dan bapakku yang baru. Mamak Rina dan Bapak Fendi adalah kawan dan sahabat lama ibu ku. Mereka berdua sudah lama menikah dan belum mempunyai anak. Aku tidak tahu pasti apa pekerjaan ke 2nya, yang aku tahu aku sering diajak berada didalam pasar petisah dan berkumpul dengan kawan-kawan dari mamak dan bapak dalam suatu pos atau gardu yang berlambangkan dan bertuliskan FKPPI. Yang paling melekat dalam ingatanku adalah Mamak dan Bapakku ini sangat sayang kepadaku. Bahkan memanjakan aku lebih dari ibuku memanjakan aku.
Saat umurku 6 tahun, atau setelah 2 tahun aku bersama Mamak dan Bapakku tersayang ini ibu menjemputku. Datang dengan membawakanku sebuah senapan mainan yang gagahnya bukan main. Aku senang, ibuku dating membawa mainan. Lalu diajaknya lagi aku makan, sama seperti dulu. Tapi kali ini aku bertekad aku tidak akan tertidur. Aku tidak ingin ditinggalkan lagi walaupun Mamak dan bapaku sangan menyayangi aku. Aku tetap mau ibuku. Dan.. Aku terlelap lagi.
***

Powered by Blogger.

Copyright © 2012 Guratan Kegelisahan HatiTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.